Minggu, 03 Februari 2013

Penyakit Jantung Koroner

Penyakit Jantung Koroner

Obatpenyakittjantung.blogspot.com - penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti didunia. Betapa tidak, penyakit ini menyerang kapan saja tanpa mengenal batasan usia, baik anak-anak maupun orang tua.

Faktor penyebab penyakit jantung koroner dibagi menjadi dua, yaitu yang tidak dapat dimodifikasi (diubah) dan yang dapat dimodifikasi (bisa di ubah).

Yang tidak dapat dimodifikasi antara lain adalah jenis kelamin laki-laki dan usia, Data menunjukkan bahwa laki-laki jauh lebih banyak menderita Penyakit Jantung koroner dibanding perempuan. Perempuan baru banyak menderita PJK setelah menopause, yaitu pada usia diatas 50 tahun. Hal ini disebankan karena hormon esrogen memiliki efek proteksi terhadap terjadinya aterosklerosis di pembuluh darah koroner. Usia juga merupakan faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi. Semakin lanjut usia, semakin tinggi kemungkinan terjadinya PJK.

Memang dalam ilmu kedokteran, setiap penyakit mempunyai apa yang dinamakan susceptibility atau disebut juga predisposis genetik. Hal ini berarti ada orang-orang yang lebih mudah terkena PJK, sedangkan ada juga yang sampai tua pun masih memiliki arteri koroner yang mulus. Namun, kelompok terakhir ini presentasenya sangat kecil dibandingkan seluruh populasi. ‘

Faktor yang dapat di modifikasi adalah gaya hidup setiap hari, jika kita bergaya hidup sehat setiap saat entah itu melakukan olah raga maupun makan-makan yang sehat juga sangat berpengaruh terhadap terjadinya penyakit jantung koroner. Untuk itu, bagi kita yang ingin terhindar dari penyakit jantung koroner alangkah baiknya mempersiapkan sedini mungkin agar mampu terhindar dari penyakit jantung koroner. Mulai kebiasan sehat anda, bangun pagi menghirup udara segar, olah raga sejenak 2 jam setiap hari, makan sayu-sayuran, menghindari makanan berkolesterol tinggi juga berprasangka baik terhadap seseorang insa ALLAH bisa menjadi salah satu jalan alternatif untuk menghindari penyakit jantung koroner.

Faktor resiko pengidap penyakit jantung Koroner


1. Kadar Kolesterol Tinggi.
Penyebab penyakit jantung koroner adalah endapan lemak pada dinding arteri koroner, yang terdiri dari kolesterol dan zat buangan lainnya. Untuk mengurangi risiko penyakit jantung koroner, Anda harus menjaga kadar kolesterol dalam darah. Kolesterol adalah senyawa lemak kompleks yang secara alamiah dihasilkan tubuh dan bermanfaat bagi pembentukan dinding sel dan hormon. Dua pertiga kolesterol diproduksi oleh hati (liver), sepertiga lainnya diperoleh langsung dari makanan. Kolesterol diedarkan dalam darah melalui molekul yang disebut lipoprotein. Ada dua jenis lipoprotein, yaitu low-density lipoprotein (LDL), and high-density lipoprotein (HDL).

LDL mengangkut kolesterol dari hati ke sel-sel tubuh. HDL berfungsi sebaliknya, mengangkut kelebihan kolesterol ke hati untuk diolah dan dibuang keluar. LDL yang berlebihan dapat menyebabkan penumpukan kolesterol pada dinding arteri sehingga disebut “kolesterol jahat”. Kadar LDL yang optimal adalah 100- 129 mg/dL. Kelebihan LDL menyebabkan HDL “kewalahan” membuang kolesterol yang berlebih. Total kolesterol yang dianjurkan (HDL + LDL) adalah di bawah 200 mg/dL (border line = 240).

2. Tekanan Darah Tinggi/Hipertensi.
Tekanan darah tinggi menambah kerja jantung sehingga dinding jantung menebal/kaku dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

Ada dua pengukuran tekanan darah. Tekanan sistolik adalah tekanan darah yang memancar dari jantung ke seluruh tubuh. Tekanan diastolik adalah tekanan darah yang kembali mengisi jantung. Secara umum orang dikatakan menderita hipertensi bila tekanan darah sistolik/diastoliknya di atas 140/90 mmHg.

3. Trombosis.
Trombosis adalah gumpalan darah pada arteri atau vena. Bila trombosis terjadi pada pembuluh arteri koroner, maka Anda berisiko terkena penyakit jantung koroner. Trombosis biasanya berada pada dinding pembuluh yang menebal karena aterosklerosis. Merokok meningkatkan risiko trombosis hingga beberapa kali lipat.

4. Kegemukan.
Kegemukan (obesitas) meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan diabetes. Orang yang kegemukan juga cenderung memiliki kadar HDL rendah/LDL tinggi.

5. Diabetes mellitus.
Diabetes meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, terlebih bila kadar gula darah tidak dikontrol dengan baik. Dua pertiga penderita diabetes meninggal karena penyakit jantung dan gangguan kardiovaskuler lainnya.

6. Penuaan.
Risiko penyakit jantung koroner meningkat seiring usia. Semakin tua, semakin menurun efektivitas organ-organ tubuh, termasuk sistem kardiovaskulernya. Lebih dari 80 persen penderita jantung koroner berusia di atas 60 tahun. Laki-laki cenderung lebih cepat terkena dibandingkan perempuan, yang risikonya baru meningkat drastis setelah menopause.

7. Keturunan.
Risiko Anda lebih tinggi bila orang tua Anda juga terkena penyakit jantung koroner, terlebih bila mulai mengidap di usia kurang dari 60 tahun.

Ingat, semua penyakit ada obatnya. termasuk penyakit jantung koroner. Ada yang herbal, ada pula dengan cara operasi, dapatkan informasi menarik tentang obat penyakit jantung koroner herbal dengan cara klik obat penyakit jantung koroner herbal disini.

Baiklah, semoga informasi tentang penyakit jantung koroner ini bisa bermanfaat, kurang dan lebihnya kami mohon maaf. salam sehat, sayangi jantung anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar